Archaic Torso of Apollo
Oleh: Rainer Maria Rilke
**Archaic Torso of Apollo**
Kami tidak mengenal wajahnya,
hatinya, tawanya, tangisannya,
kami tidak tahu dari mana ia datang,
ke mana ia pergi.
Tapi punggungnya itu
seperti sebuah tiang raksasa
di dalam keheningan.
Ia bukan lagi seorang dewa,
ia telah menjadi manusia.
Dan namun: melalui dadanya
menembus petir
dari sebuah wujud abadi.
Dan di tempat di mana petir
tidak lagi menyala, di sana hangat,
di sana baik.
Dan di tempat di mana petir
tidak lagi menyala, di sana hangat,
di sana baik.
Dan di tempat di mana petir
tidak lagi menyala, di sana hangat,
di sana baik.
***
**Wir kannten nicht sein Gesicht,
sein Herz, sein Lachen, sein Weinen,
wir wußten nicht, woher er kam,
wohin er ging.
Aber sein Rücken war
wie eine gewaltige Säule
in der Stille.
Er war nicht mehr ein Gott,
er war ein Mensch geworden.
Und doch: durch seine Brust
drang der Blitz
von einer ewigen Gestalt.
Und da, wo der Blitz
nicht mehr brannte, da war es warm,
da war es gut.
Und da, wo der Blitz
nicht mehr brannte, da war es warm,
da war es gut.
Und da, wo der Blitz
nicht mehr brannte, da war es warm,
da war es gut.**