Celana

Oleh: Joko Pinurbo
Ia ingin membeli celana baru buat pergi ke pesta malam itu. Supaya tampak lebih tampan jika bertemu dengan mantan. Tapi uangnya cuma cukup buat membeli celana buntung. "Tak apa," pikirnya, "yang penting 'kan celana." Maka pergilah ia ke pesta dengan celana buntung dan jas buka. Orang-orang tertawa, tapi ia merasa bangga.
Kembali ke Daftar